Dalam proses belajar setiap siswa harus mempunyai suatu
tujuan yang harus dicapai didalamnya, baik tujuan pendek maupun tujuan jangka
panjang yang dapat membuat diri mereka mempunyai suatu
perubahan yang terjadi setelah mereka mengikuti sebuah proses pendidikan yang
diberikan oleh guru mereka. Seorang guru selayaknya memberikan sebuah dorongan
yang harus dapat memberikan motivasi terhadap diri mereka untuk meningkatkan
prestasi didalam belajar mereka.
Dorongan yang seharusnya diberikan oleh seorang guru tidak
akan dapat merubah sikap/perilaku individu untuk dapat meningkatkan cara
belajar mereka bilamana tidak adanya peran individu didalamnya, karena semuanya
akan mempunyai suatu hubungan yang dapat memberikan satu nilai tambah dalam
meningkatkan prestasi belajar.
Dalam meningkatkan prestasi
belajar siswa seorang guru mempunyai andil di dalamnya yang mana memberikan
suatu arahan untuk dapat bagaimana meningkatkan prestasi belajar siswa.
Bagaimana untuk dapat meningkatkan prestasi belajar? Salah satu bentuk untuk
meningkatkan prestasi belajar yaitu dengan memberikan motivasi belajar kepada
siswa. Dengan adanya motivasi belajar yang diberikan kepada siswa harapannya
dapat untuk meningkatkan prestasi mereka di sekolah.
A. Pengertian Motivasi
Istilah motivasi
berpangkal dari kata “motif” yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang
ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi
tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi
kesiapsiagaan. Adapun menurtut Mc. Donald (dalam sadirman. 1986), motivasi
adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya
“feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adannya tujuan. Dari
pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri
pokok dalam motivasi yakni motivasi ini mengawali terjadinya perubahan energi,
ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanaya tujuan.
Ada tiga komponen utama dam motivasi
yaitu (1) kebutuhan, (2) dorongan, dan (3) tujuan. Kebutuhan terjadi bila
individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa apa yang ia miliki dan yang ia
harapkan. Sebagai ilustrasi, siswa merasa bahwa hasil belajarnya rendah,
padahal ia memiliki buku pelajaran lengkap. Ia merasa memiliki cukup waktu,
tetapi ia kurang baik mengatur waktu belajar. Waktu belajar yang digunakan
tidak memadai untuk memperoleh hasil belajar yang baik. Ia membutuhkan hasil
belajar yang baik. Oleh karena itu siswa mengubah cara-cara belajarnya.
Dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka
memenuhi harapan. Dorongan merupakan kekuatan mental yang beroreintasi pada
pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan. Dorongan yang beroreintasi pada
tujuan tersebut merupan inti motivasi.
B. Fungsi Motivasi
Guru bertangung jawab melaksanakan
sistem pembelajaran agar berhasil dengan baik. Keberhasilan ini bergantung pada
upaya guru membangkitkan motivasi belajar siswanya.
Secara garis besar Oemar Hamalik
(1992) menjelaskan ada tiga fungsi motivasi, yaitu:
1. Mendorong
manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan
energi. Motivasi dalam hal ini merupakan langkah penggerak dari
setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2. Menentukan
arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian
motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan
rumusan tujuannya.
3. Menyeleksi
perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang
serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak
bermanfaat bagi tujuan tersebut.
C. Macam-macam motivasi
1. Motivasi
intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada
paksaan dorongan orang lain. Motivasi ini sering disebut “motivasi murni”, atau
motivasi yang sebenarnya, yang timbul dari siswa, misalnya keinginan untuk
mendapatkan keterampilan tertentu, mengembangkan sikap untuk berhasil, dan
sebagainya.
2. Motivasi
ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar
individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain
sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu. Motivasi
ekstrinsik diperlukan di sekolah sebab pembelajaran di sekolah tidak semuanya
menarik minat, atau sesuai dengan kebutuhan siswa. Kalau keadaan ini, siswa
bersangkutan perlu dimotivasi agar belajar. Guru berusaha membangkitkan
motivasi belajar siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri.
D. Cara
mengembangkan Motivasi Dalam Belajar
Menurut Ahmad Rohani dan Abu
Ahmadi dalam Universitas Negeri Yogyakarta (Tanpa Tahun), motivasi pada siswa
dapat tumbuh melalui cara mengajar yang bervariasi, mengadakan pengulangan
informasi, memberikan stimulus baru, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan
kepada peserta didik, memberikan kesempatan kepada peserta didik menyalurkan
belajarnya, menggunakan media dan alat bantu yang menarik perhatian peserta
didik, seperti gambar, foto, video, dan lain sebagainya.
Menurut Sardiman Universitas Negeri
Yogyakarta (Tanpa Tahun) ada beberapa contoh dan cara untuk menumbuhkan
motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah. Beberapa bentuk dan cara motivasi
tersebut diantaranya (a) memberi angka; (b) hadiah; (c) saingan atau kompetisi;
(d) ego-involvement; (e) memberi ulangan; (f) mengetahui hasil; (g)
pujian; (h) hukuman; (i) hasrat untuk belajar; (j) minat; (k) tujuan yang
diakui.
Dari
beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi dapat ditumbuhkan
melalui cara-cara mengajar yang bervariasi sehingga mampu menumbuhkan hasrat
dan menarik perhatian siswa, memberikan ulangan dapat memberi kesempatan kepada
peserta didik menyalurkan dan untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam
belajar, pemberian pujian dan hadiah atas prestasi siswa juga bisa membangkitkan
semangat untuk lebih giat belajar sehingga tujuan pendidikan dan keberhasilan
pembelajaran dapat tercapai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar